'
::: SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA : JIKA PENDIDIKAN KEWAJIBAN SEPANJANG ZAMAN, MAKA BUKU MERUPAKAN KARYA WARISAN TAK TERMAKAN ZAMAN :::
SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA :::TPP BERDEDIKASI UNTUK NEGERI
Depan » » Maimunah Binti Harits al-Hilaliyah

Maimunah Binti Harits al-Hilaliyah

Maimunah binti al-Harits dikenal sebagai sosok istri Rasulullah ﷺ yang memiliki cinta dan keikhlasan luar biasa. Ia merupakan wanita yang menyerahkan dirinya kepada Nabi ﷺ di tengah lingkungan keluarga yang masih kental dengan tradisi jahiliah. Ketulusannya ini bahkan diabadikan oleh Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab: 50, yang memberikan kekhususan bagi Nabi untuk menikahi wanita mukmin yang menyerahkan diri kepadanya.


Latar Belakang dan Keluarga

Lahir enam tahun sebelum masa kenabian, Maimunah tumbuh di lingkungan keluarga yang terhormat. Ia memiliki ikatan kekeluargaan yang erat dengan tokoh-tokoh besar Islam:

  • Saudara Kandung: Ummul Fadhal (istri Abbas bin Abdul-Muththalib), wanita kedua yang masuk Islam setelah Khadijah.

  • Saudara Seibu: Zainab binti Khuzaimah (istri Nabi), Asma binti Umais (istri Ja’far bin Abi Thalib), dan Salma binti Umais (istri Hamzah bin Abdul-Muththalib).

Rasulullah ﷺ pernah memuji keimanan Maimunah dan saudara-saudaranya dengan menyebut mereka sebagai "Wanita-wanita Mukminah."


Perjalanan Menuju Keimanan

Sebelum menikah dengan Rasulullah ﷺ, Maimunah sempat menikah dengan Abu Rahm bin Abdul-Uzza, namun suaminya meninggal dalam keadaan musyrik. Di usia 26 tahun, Maimunah menjanda dan mulai secara terang-terangan menunjukkan keimanannya yang selama ini ia sembunyikan demi keamanan dirinya.

Keinginannya untuk menjadi istri Rasulullah ﷺ disampaikan melalui kakaknya, Ummul Fadhal, yang kemudian diteruskan oleh Abbas bin Abdul-Muththalib kepada Nabi. Rasulullah ﷺ menerima niat mulia tersebut dan meminangnya.

Pernikahan dan Kehidupan Rumah Tangga

Pernikahan mereka berlangsung bertepatan dengan momen Umrah Qadha (setelah Perjanjian Hudaibiyah). Meski kaum Quraisy hanya memberi waktu tiga hari bagi umat Islam di Mekah, momen singkat tersebut menjadi awal kehidupan rumah tangga Maimunah bersama Sang Nabi.

Di dalam rumah tangga kenabian, Maimunah dikenal karena:

  1. Kezuhudan & Takwa: Sangat taat beribadah dan selalu berupaya mendekatkan diri kepada Allah.

  2. Penjaga Silaturahmi: Aisyah ra. memujinya sebagai wanita yang paling baik dalam menjaga hubungan kekeluargaan di antara para istri Nabi.

  3. Keluasan Ilmu: Beliau termasuk salah satu rujukan ilmu dan hadis di kalangan sahabiyah.


Wafatnya Sang Ummul Mukminin

Maimunah wafat pada usia 80 tahun di masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan (sekitar tahun 61 H). Uniknya, beliau menghembuskan napas terakhir di wilayah Saraf, tempat yang sama di mana dahulu ia melangsungkan pernikahan dengan Rasulullah ﷺ. Sesuai wasiatnya, beliau dimakamkan di tempat tersebut, menandai akhir perjalanan hidup seorang wanita suci yang penuh pengab
dian.

Baca Juga Istri-Istri Nabi Muhammad SAW


0 komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih (Sukur Moanto')

Select Language

Kata Bijak

Galery-Ku









@YendiCo. Diberdayakan oleh Blogger.