'
::: SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA : JIKA PENDIDIKAN KEWAJIBAN SEPANJANG ZAMAN, MAKA BUKU MERUPAKAN KARYA WARISAN TAK TERMAKAN ZAMAN :::
SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA :::TPP BERDEDIKASI UNTUK NEGERI
Depan » » Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah al-Hilaliyah merupakan salah satu istri Rasulullah SAW yang memiliki kedudukan mulia. Beliau berasal dari garis keturunan yang terhormat, putri dari pasangan Khuzaimah bin Haris dan Hindun binti Auf.

1. Julukan "Ummul Masakin" Sejak Masa Jahiliah

Jauh sebelum cahaya Islam menyentuh hatinya, Zainab telah dikenal luas dengan gelar Ummul Masakin (Ibu orang-orang miskin). Gelar ini melekat padanya karena sifat kedermawanannya yang luar biasa, kelembutan hati, serta sikapnya yang selalu mengutamakan kebutuhan orang-orang miskin di atas kepentingan pribadinya sendiri. Rasulullah SAW tetap mempertahankan julukan ini karena selaras dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

2. Keislaman dan Pernikahan Sebelumnya

Zainab termasuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam). Ketertarikannya pada Islam didorong oleh kejernihan akal yang menolak penyembahan berhala.

Mengenai riwayat pernikahannya sebelum bersama Nabi SAW, terdapat beberapa pendapat:

  • Suami Pertama: Thufail bin Harits. Namun, ia diceraikan setelah mereka hijrah ke Madinah.
  • Suami Kedua: Ubaidah bin Harits (saudara Thufail). Ubaidah menikahinya untuk memuliakan Zainab, namun ia gugur sebagai syuhada dalam Perang Badar.
  • Suami Lainnya: Sebagian perawi menyebut nama Abdullah bin Jahsy, namun riwayat tentang Ubaidah dianggap yang paling kuat.

3. Pernikahan dengan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW menikahi Zainab bukan karena alasan fisik, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan terhadap seorang janda yang salehah. Beliau ingin meringankan beban hidup Zainab yang dikenal sangat penyantun. Pernikahan ini menjadi bukti kasih sayang Rasulullah terhadap umatnya, sekaligus bentuk dukungan beliau terhadap sosok yang mencintai kaum miskin—sejalan dengan doa Nabi yang ingin hidup dan dibangkitkan bersama golongan tersebut.

4. Menjadi Ummul Mukminin dan Wafatnya

Masa kebersamaan Zainab dalam rumah tangga kenabian tergolong sangat singkat. Para ahli sejarah memperkirakan beliau hanya menjadi istri Rasulullah selama 3 hingga 8 bulan.

Beberapa poin penting di akhir hayatnya:

  • Usia: Beliau wafat dalam usia yang masih cukup muda, yakni di bawah 30 tahun.
  • Keistimewaan: Zainab adalah salah satu istri Nabi yang wafat saat Rasulullah masih hidup.
  • Pemakaman: Rasulullah SAW sendiri yang menyalatkan jenazahnya. Beliau juga tercatat sebagai orang pertama yang dimakamkan di Baqi.

 

0 komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih (Sukur Moanto')

Select Language

Kata Bijak

Galery-Ku









@YendiCo. Diberdayakan oleh Blogger.