'
::: SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA : JIKA PENDIDIKAN KEWAJIBAN SEPANJANG ZAMAN, MAKA BUKU MERUPAKAN KARYA WARISAN TAK TERMAKAN ZAMAN :::
SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA :::TPP BERDEDIKASI UNTUK NEGERI
Depan » » Ummu Kultsum Binti Muhammad

Ummu Kultsum Binti Muhammad

Ummu Kultsum dan Ruqayyah adalah putri Nabi Muhammad SAW dan Khadijah binti Khuwailid yang memiliki takdir hidup yang sangat serupa. Kehidupan mereka penuh dengan ujian kesetiaan terhadap iman dan cinta.

1. Pernikahan Pertama dan Ujian Dakwah

Sebelum masa kenabian, kedua bersaudara ini menikah dengan putra Abu Lahab; Ruqayyah dengan Utbah dan Ummu Kultsum dengan Utaibah. Namun, saat Islam mulai didakwahkan, Abu Lahab menjadi penentang utama. Setelah turunnya Surah Al-Lahab yang mengecam Abu Lahab, ia memaksa kedua putranya menceraikan putri-putri Rasulullah.

Perceraian ini justru menjadi rahmat tersembunyi karena keduanya kembali ke naungan Rasulullah dalam keadaan masih suci (belum dicampuri) dan selamat dari keluarga yang memusuhi Allah. Utaibah, yang sempat menghina Nabi saat menceraikan Ummu Kultsum, kemudian tewas mengenaskan diterkam singa dalam perjalanannya ke Syam, sebuah pengabulan atas doa Rasulullah.

2. Hijrah dan Kehidupan Ruqayyah

Allah memberikan ganti yang jauh lebih baik bagi Ruqayyah. Ia dinikahi oleh Utsman bin Affan, salah satu sahabat paling mulia. Keduanya merupakan pasangan yang melakukan dua kali hijrah (ke Habasyah dan Madinah).

  • Kehilangan Anak: Di Habasyah, mereka dikaruniai putra bernama Abdullah, namun ia wafat di usia 6 tahun karena luka pada matanya.

  • Wafatnya Ruqayyah: Saat Perang Badar berkecamuk pada tahun 2 H, Ruqayyah jatuh sakit parah. Atas perintah Nabi, Utsman tetap di Madinah untuk merawatnya. Ruqayyah wafat tepat saat kabar kemenangan Perang Badar sampai ke Madinah.

3. Pernikahan Ummu Kultsum: Gelar Dzul Nurain

Setelah wafatnya Ruqayyah, Umar bin Khattab sempat menawarkan putrinya, Hafshah, kepada Utsman, namun ditolak. Ternyata, Allah telah menetapkan takdir lain: Rasulullah menikahkan Utsman dengan Ummu Kultsum pada Rabi’ul Awwal tahun 3 H. Karena menikahi dua putri Nabi secara berurutan, Utsman pun dijuluki Dzul Nurain (Pemilik Dua Cahaya).

Rasulullah bahkan pernah bersabda:

"Seandainya aku memiliki sepuluh putri, niscaya akan aku nikahkan mereka satu per satu dengan Utsman."

4. Akhir Hayat Ummu Kultsum

Ummu Kultsum menjalani hidup bersama Utsman hingga ia wafat pada bulan Sya’ban tahun 9 H tanpa memiliki keturunan. Jenazahnya dimandikan oleh tokoh-tokoh mulia seperti Asma’ binti Umais dan Shafiyah binti Abdul Muthalib.

Momen pemakamannya sangat mengharukan:

  • Tangisan Nabi: Rasulullah duduk di tepi liang lahat dengan mata berlinang.

  • Prosesi Makam: Sesuai instruksi Nabi, Abu Thalhah—yang pada malam itu menjaga kesucian dirinya—turun ke liang lahat untuk memakamkan Ummu Kultsum, dibantu oleh Ali bin Abi Thalib, Al-Fadhl, dan Usamah bin Zaid.


Kesimpulan: Perjalanan hidup Ummu Kultsum dan Ruqayyah adalah cerminan ketabahan. Dari diceraikan oleh musuh Islam hingga menjadi istri dari sahabat terbaik, keduanya tetap setia mendampingi perjuangan ayah mereka, Rasulullah SAW, hingga akhir hayat.

Baca Juga Putra-Putri Nabi Muhammad SAW

  1. Al-Qosim bin Muhammad
  2. Zainab binti Muhammad
  3. Ruqayyah binti Rasulullah
  4. Ummu Kultsum binti Muhammad
  5. Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah
  6. Abdullah (On Proccess)
  7. Ibrahim (On Proccess)

0 komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih (Sukur Moanto')

Select Language

Kata Bijak

Galery-Ku









@YendiCo. Diberdayakan oleh Blogger.