Setelah Rasulullah SAW diangkat menjadi Nabi, Abu Lahab menjadi penentang Islam yang paling keras hingga turunnya Surah Al-Lahab. Sebagai bentuk permusuhan, Abu Lahab memaksa kedua putranya menceraikan putri-putri Rasulullah. Meski menyakitkan, perceraian ini justru menjadi jalan bagi Allah untuk menyelamatkan mereka dari keluarga yang kafir.
Perjuangan Ruqayyah bersama Utsman bin Affan
Allah kemudian memberikan ganti yang jauh lebih baik bagi Ruqayyah dengan menikahkannya kepada Utsman bin Affan, seorang sahabat yang mulia dan kaya raya. Kehidupan mereka penuh dengan perjuangan:
Hijrah ke Habasyah: Di tengah tekanan kafir Quraisy, mereka menjadi rombongan pertama yang hijrah ke Habasyah demi melindungi iman.
Kehilangan Orang Tercinta: Sekembalinya dari Habasyah, Ruqayyah harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Ibunda Khadijah telah wafat. Tak lama berselang, putra tunggalnya, Abdullah, meninggal dunia di usia yang sangat muda akibat luka patukan ayam di wajahnya.
Wafatnya Ruqayyah: Saat kaum muslimin bersiap untuk Perang Badar, Ruqayyah jatuh sakit parah. Atas perintah Nabi, Utsman tetap di Madinah untuk merawatnya. Ruqayyah wafat tepat saat berita kemenangan Perang Badar sampai di Madinah pada tahun 2 H.
Estafet Kemuliaan: Ummu Kultsum
Sepeninggal Ruqayyah, Rasulullah SAW menikahkan Utsman bin Affan dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum, pada tahun 3 H. Karena menikahi dua putri Nabi secara berurutan, Utsman mendapat julukan Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya).
Ummu Kultsum mendampingi Utsman selama enam tahun dalam ketaatan. Namun, pada tahun 9 H, Ummu Kultsum menyusul saudarinya menghadap Sang Khalik tanpa meninggalkan keturunan. Rasulullah SAW sendiri yang menshalati jenazahnya dengan penuh rasa haru dan linangan air mata.
Keteladanan dan Hikmah
Kisah kedua putri Nabi ini mencerminkan ketabahan luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian hidup:
Kesabaran dalam menghadapi perceraian akibat tekanan dakwah.
Keteguhan melakukan hijrah berkali-kali demi mempertahankan akidah.
Keikhlasan saat kehilangan anak dan orang tua di tengah perjuangan.
Kehidupan mereka adalah bukti nyata bahwa penderitaan di dunia merupakan bagian dari perjalanan menuju kemuliaan yang abadi di sisi Allah SWT.
Baca Juga Putra-Putri Nabi Muhammad SAW
- Al-Qosim bin Muhammad
- Zainab binti Muhammad
- Ruqayyah binti Rasulullah
- Ummu Kultsum binti Muhammad
- Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah
- Abdullah (On Proccess)
- Ibrahim (On Proccess)


0 komentar :
Posting Komentar
Terima Kasih (Sukur Moanto')