Latar Belakang dan Karakter
Meskipun ayahnya sangat memusuhi Islam, Sofiah memiliki pandangan yang berbeda. Ia sering mengamati perilaku ayahnya yang penuh tipu daya dan pengkhianatan—seperti saat mengkhianati perjanjian dengan kaum muslimin. Sofiah justru merasa heran mengapa kaumnya menolak kebenaran Nabi Muhammad saw., padahal ciri-cirinya sudah tertulis jelas dalam kitab suci mereka. Sebelum menikah dengan Rasulullah, ia pernah menikah dua kali dengan pemimpin Yahudi, yaitu Salam bin Musykam dan Kinanah bin Rabi’.
Penaklukan Khaibar: Titik Balik Kehidupan
Setelah pengkhianatan kaum Yahudi dalam Perang Khandaq, umat Islam menyerang benteng Khaibar pada tahun 7 Hijriah. Dalam peperangan tersebut, suami dan ayah Sofiah tewas, dan ia sendiri menjadi tawanan perang.
Ada momen menyentuh saat Bilal bin Rabah membawa Sofiah melewati jasad kaumnya yang gugur. Melihat kesedihan Shafiyyah, Rasulullah saw. menegur Bilal karena dianggap kurang berempati. Rasulullah kemudian memberikan pilihan kepada Sofiah: tetap memeluk agamanya dan dibebaskan, atau masuk Islam dan menjadi istri beliau. Dengan kemantapan hati, Sofiah memilih Islam dan Rasulullah.
Kehidupan sebagai Ummul Mukminin
Pernikahan Sofiah dengan Nabi Muhammad saw. menggunakan kemerdekaannya sebagai mahar. Di dalam rumah tangga nabi, Sofiah sempat mengalami masa-masa sulit karena asal-usulnya sering disinggung oleh istri-istri Nabi yang lain. Namun, Rasulullah selalu membelanya dengan penuh kasih sayang. Beliau pernah bersabda kepada Sofiah untuk berkata kepada mereka:
"Bagaimana mungkin kalian lebih baik dariku, sedangkan suamiku Muhammad, ayahku Harun, dan pamanku adalah Musa?"
Kesetiaan dan Akhir Hayat
Keimanan Sofiah terbukti tulus hingga akhir hayatnya. Saat Rasulullah jatuh sakit menjelang wafat, ia dengan tulus berharap agar rasa sakit Nabi dipindahkan kepadanya. Setelah Nabi wafat, ia tetap teguh memegang prinsip Islam dan mendukung khalifah Utsman bin Affan saat masa fitnah.
Sayyidah Sofiah wafat pada tahun 50 H di masa pemerintahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan dimakamkan di Jannatul Baqi. Ia meninggalkan warisan berupa sejumlah hadis yang ia riwayatkan dari Rasulullah saw.


0 komentar :
Posting Komentar
Terima Kasih (Sukur Moanto')