'
::: SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA : JIKA PENDIDIKAN KEWAJIBAN SEPANJANG ZAMAN, MAKA BUKU MERUPAKAN KARYA WARISAN TAK TERMAKAN ZAMAN :::
SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA :::TPP BERDEDIKASI UNTUK NEGERI
Depan » » Mariyah al-Qibtiyah

Mariyah al-Qibtiyah

Mariyah binti Syama’un adalah seorang wanita asal Hafn, Mesir. Ayahnya berasal dari suku Qibti dan ibunya berlatar belakang Romawi. Ia datang ke Madinah pada tahun 7 H sebagai hadiah dari penguasa Mesir, Raja Muqauqis, kepada Rasulullah SAW.

Statusnya yang semula merupakan budak kemudian berubah menjadi merdeka setelah dinikahi oleh Rasulullah. Ia diperlakukan dengan penuh penghormatan layaknya istri-istri Nabi yang lain (Ummul-Mukminin). Setelah Rasulullah wafat, kesejahteraannya tetap dijamin oleh Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab hingga ia tutup usia.


Perjalanan Menuju Islam

Kisah Mariyah bermula saat Rasulullah mengirim surat dakwah kepada Raja Muqauqis melalui utusannya, Hatib bin Baltaah. Meski menolak masuk Islam secara halus, raja tersebut mengirimkan Mariyah, saudaranya yang bernama Sirin, seorang pelayan bernama Maburi, serta berbagai hadiah dari Mesir.

Di tengah perjalanan, Hatib menghibur Mariyah yang sedih karena meninggalkan tanah airnya dengan memperkenalkan ajaran Islam. Ketulusan penjelasan Hatib membuat Mariyah dan Sirin akhirnya memilih untuk memeluk Islam sebelum tiba di Madinah.


Kehidupan di Madinah dan Kecemburuan

Setibanya di Madinah, Rasulullah mengambil Mariyah sebagai istrinya dan memberikan Sirin kepada penyair beliau, Hasan bin Tsabit. Karena kecantikannya yang menonjol, kehadiran Mariyah memicu kecemburuan di kalangan istri-istri Nabi lainnya, termasuk Aisyah r.a. Untuk menjaga perasaan mereka, Rasulullah sempat menempatkan Mariyah di luar area utama masjid, yakni di rumah Haritsah bin Nu’man.

Ketegangan sempat terjadi ketika Rasulullah mengharamkan Mariyah bagi dirinya demi menyenangkan hati Hafshah yang marah. Namun, Allah SWT kemudian menegur tindakan tersebut melalui QS. At-Tahriim ayat 1, yang mengingatkan Nabi agar tidak mengharamkan apa yang telah Allah halalkan.


Kelahiran dan Wafatnya Ibrahim

Mariyah adalah satu-satunya istri Rasulullah selain Khadijah r.a. yang memberikan keturunan bagi Nabi.

  • Kelahiran: Pada tahun 8 H, lahirlah seorang putra yang diberi nama Ibrahim. Kelahiran ini sangat membahagiakan Rasulullah, sekaligus memerdekakan status Mariyah sepenuhnya.

  • Fitnah: Kelompok munafik sempat menyebarkan fitnah keji mengenai asal-usul Ibrahim. Namun, fitnah ini terpatahkan setelah Ali bin Abi Thalib membuktikan bahwa Maburi (pelayan yang dituduhkan) adalah seorang laki-laki yang telah dikebiri.

  • Duka: Ibrahim wafat pada usia 19 bulan karena sakit. Rasulullah sangat berduka, namun beliau tetap sabar dan menunjukkan keteladanan dalam menghadapi musibah tanpa mengucapkan kata-kata yang dimurkai Allah.


Akhir Hayat

Sepeninggal Rasulullah, Mariyah memilih hidup dalam kesendirian untuk fokus beribadah. Ia wafat pada tahun 16 H (beberapa riwayat menyebutkan 5 tahun setelah wafatnya Nabi) pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Jenazahnya disalati langsung oleh Khalifah Umar dan dimakamkan di pemakaman Baqi’.

Baca Juga Istri-Istri Nabi Muhammad SAW

0 komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih (Sukur Moanto')

Select Language

Kata Bijak

Galery-Ku









@YendiCo. Diberdayakan oleh Blogger.